Asthara Skyfront City dan Bukaka-Rizki KSO Resmikan Kerja Sama Pembangunan Jembatan Ikonik
Tangerang, 11 November 2025 — Proyek kota mandiri Asthara Skyfront City kembali mencuri perhatian publik setelah resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bukaka–Rizki KSO untuk membangun Jembatan Utama Asthara Skyfront City.
Penandatanganan ini dilakukan oleh PT Bumi Bandara Indah selaku pengembang kawasan bersama Bukaka–Rizki KSO, dan dihadiri oleh berbagai pihak penting termasuk CEO Asthara Skyfront City, Supardi Ang, Direktur PT Bukaka Teknik Utama/Kuasa KSO Bukaka–Rizki, Didin Saepudin, serta perwakilan manajemen konstruksi dari PT Mega Trustlink, Tri Widarti.
Jembatan Sepanjang 1 Kilometer di Atas Sungai Cisadane
Jembatan ini akan membentang sepanjang sekitar 1 kilometer di atas Sungai Cisadane, menghubungkan Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Dengan desain modern yang menggabungkan fungsi dan estetika, jembatan tersebut dirancang menjadi ikon baru kawasan Tangerang serta gerbang utama menuju Asthara Skyfront City.
Supardi Ang menyebutkan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga simbol kemajuan dan konektivitas masa depan.
“Jembatan ini akan menjadi simbol kemajuan dan konektivitas, bukan hanya menghubungkan dua sisi Sungai Cisadane secara fisik, tetapi juga menghubungkan visi kami untuk mewujudkan Asthara Skyfront City sebagai kota modern yang berkelanjutan dan penuh kehidupan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Fungsi Strategis: 6 Jalur Kendaraan dan Akses Antarkawasan
Jembatan Asthara Skyfront City dirancang dengan enam jalur kendaraan untuk mendukung kelancaran lalu lintas antara kawasan Asthara dan wilayah sekitarnya. Infrastruktur ini juga akan menjadi akses utama menuju township Asthara seluas 1.100 hektare, yang dikembangkan sebagai kawasan kota mandiri terpadu di sisi Bandara Soekarno–Hatta.
Dengan kapasitas besar dan konektivitas tinggi, jembatan ini diharapkan dapat mempercepat mobilitas masyarakat, meningkatkan aktivitas ekonomi, sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur kawasan Tangerang bagian barat.
Kolaborasi Strategis dengan Bukaka–Rizki KSO
Kerja sama antara Asthara Skyfront City dan Bukaka–Rizki KSO menjadi langkah strategis untuk memastikan proyek berjalan dengan kualitas terbaik.
Bukaka Teknik Utama, sebagai salah satu perusahaan nasional terkemuka di bidang infrastruktur dan energi, dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pembangunan jembatan besar di Indonesia.
Supardi menegaskan, pihaknya optimistis dengan kolaborasi ini.
“Kami tidak hanya merencanakan, tetapi mewujudkan pembangunan demi pembangunan. Jembatan ini menjadi tonggak penting menuju realisasi kota masa depan yang membanggakan, memberi manfaat luas bagi masyarakat dan wilayah Tangerang,” tuturnya.
Sementara itu, Didin Saepudin dari Bukaka–Rizki KSO menambahkan bahwa pihaknya akan mengedepankan standar rekayasa terbaik dan desain yang ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan proyek.
Nilai Estetika dan Arsitektur Ikonik
Selain menjadi penghubung utama, jembatan ini juga dirancang memiliki nilai estetika tinggi. Struktur dan pencahayaan malam hari akan menampilkan siluet khas yang melambangkan semangat modernisasi dan kemajuan Tangerang.
Desain arsitekturalnya diharapkan dapat menjadi landmark baru di jalur Sungai Cisadane, sekaligus destinasi baru bagi masyarakat untuk menikmati panorama kota.
Tonggak Baru Pengembangan Asthara Skyfront City
Pembangunan jembatan ini menjadi fase penting dalam perjalanan Asthara Skyfront City sebagai proyek kota masa depan. Diluncurkan pada Juni 2025, kawasan ini dikembangkan di atas lahan seluas 1.100 hektare dan akan mengintegrasikan:
- Hunian modern dan berkelanjutan
- Pusat bisnis dan perbelanjaan
- Hotel dan fasilitas gaya hidup
- Fasilitas pendidikan, kesehatan, dan olahraga berskala kota
Kawasan ini juga memiliki akses langsung ke Bandara Internasional Soekarno–Hatta, menjadikannya salah satu proyek dengan potensi konektivitas nasional dan internasional terbaik di Indonesia.
“Asthara Skyfront City bukan hanya hunian, tetapi representasi urbanisasi masa depan Indonesia yang berorientasi pada konektivitas, keberlanjutan, dan kualitas hidup masyarakat,” tambah Supardi Ang.
Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Tangerang
Dengan hadirnya Jembatan Asthara, kawasan sekitar Sungai Cisadane diprediksi akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Infrastruktur ini akan mempermudah arus barang dan jasa, serta membuka peluang investasi di sektor properti, pariwisata, dan transportasi.
Pemerintah daerah juga diharapkan mendapat dampak positif melalui peningkatan konektivitas antarwilayah serta terciptanya lapangan kerja baru di sektor konstruksi dan jasa.
Menatap Masa Depan Kota Modern yang Terintegrasi
Pembangunan Jembatan Asthara Skyfront City tidak hanya berorientasi pada kebutuhan transportasi, tetapi juga menggambarkan visi besar untuk menghadirkan kota modern, hijau, dan cerdas (smart city) di Tangerang.
Langkah ini memperkuat komitmen Asthara Skyfront City untuk menghadirkan kehidupan urban yang lebih baik bagi generasi mendatang — dengan lingkungan yang berkelanjutan, konektivitas efisien, dan desain arsitektur yang futuristik.
Kesimpulan
Penandatanganan MoU antara Asthara Skyfront City dan Bukaka–Rizki KSO menandai dimulainya pembangunan jembatan ikonik sepanjang 1 km di atas Sungai Cisadane.
Proyek ini bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga mewujudkan simbol kemajuan Tangerang dan menghubungkan masa depan kota modern Indonesia.
Sumber: ekonomi.bisnis.com



