Mengenal Sang Pembuat Perubahan
I Gede Merta Yoga Pratama, sering disapa Yoga, adalah pemuda asal Bali yang mendapatkan Apresiasi SATU Indonesia Awards 2020 dari Astra di bidang teknologi. Meski masih muda dan sering dianggap “anak bawang”, Yoga berhasil memperkenalkan inovasi teknologi yang berdampak besar pada kehidupan nelayan di Bali, bahkan sampai ke wilayah Sulawesi dan Jawa Barat.
Pada masa kuliah, Yoga terlibat dalam Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Balai Penelitian dan Observasi Laut, Jembrana, Bali. Ia menyaksikan sendiri bagaimana nelayan tradisional menangkap ikan berdasarkan pengalaman turun-temurun mengamati rasi bintang atau kondisi air, yang seringkali tidak efektif, menguras BBM, dan tidak menjamin hasil yang stabil.
Kerap gagal melaut karena tidak memperoleh ikan membuat nelayan terjerat lingkaran ekonomi sulit: mereka harus pinjam modal, pendapatan minim, bahkan kesulitan untuk menabung atau membiayai kebutuhan anak sekolah. Dari situ timbul kegelisahan besar di hati Yoga dia ingin mengubah cara nelayan mencari ikan agar lebih efisien dan produktif.
Inspirasi genius muncul dari sebuah aplikasi game populer: Pokémon Go. Dalam game itu, pemain menggunakan fitur radar pada peta digital untuk melacak lokasi Pokémon yang harus dicari. Yoga berpikir, “Bagaimana jika nelayan bisa menggunakan aplikasi serupa untuk menemukan lokasi ikan yang potensial berdasarkan data?”
Dari situ lahir ide FishGo aplikasi pelacak ikan berbasis navigasi dan data lingkungan laut. FishGo memanfaatkan algoritma berbasis parameter ilmiah seperti suhu, salinitas, klorofil, dan karakteristik perilaku ikan untuk memprediksi zona hasil tangkap (fishing ground) yang paling menjanjikan. Berdasarkan data yang dikumpulkan, nelayan pengguna FishGo dapat meningkatkan hasil tangkap hingga 50% hingga 78%, menghemat bahan bakar, dan mengoptimalkan waktu melaut .
Hanya dalam beberapa perjalanan awal pun meski banyak kegagalan, keberhasilan pertama memberi koefisien baru pada model prediksi sehingga terus memperbaiki akurasi. Yoga menghadapi resistensi kuat dari para nelayan senior yang skeptis terhadap teknologi. Mereka lebih nyaman dengan metode tradisional yang sudah mereka pakai bertahun-tahun. Namun melalui pendekatan personal mengajak berdialog, mengundang mereka mencoba langsung—akhirnya keberhasilan pengguna awal membuat banyak nelayan lainnya ikut tertarik dan mulai menggunakan FishGo.

Pengakuan Nasional: Apresiasi SATU Indonesia Awards Astra
Atas keberhasilan FishGo yang terbukti secara nyata meningkatkan kesejahteraan nelayan dan efisiensi ekonomi, I Gede Merta Yoga Pratama dianugerahi SATU Indonesia Awards 2020 oleh Astra di kategori Teknologi. Penghargaan ini tidak hanya sebagai simbol pengakuan, tetapi juga modal moral dan dukungan network selama roadshow dan sesi inspiratif.
Istilah “anak bawang” sering disematkan pada Yoga karena usianya yang muda dan minim pengalaman dianggap. Tetapi justru dari posisi itu Yoga membuktikan bahwa inovasi bisa lahir dari mereka yang diselepekan berdasarkan stereotip. Dia membalik stigma itu menjadi kekuatan— membuktikan bahwa kepekaan sosial, keberanian mencoba, dan kemauan belajar mengalahkan pengalaman bertahun-tahun tanpa kecerdasan inovatif.
Dalam acara AstraTalks di Catur Dharma Hall, Menara Astra pada 29 Oktober 2024, Yoga membagikan bahwa ide awalnya dianggap terlalu sederhana oleh para nelayan dan yang lebih senior, namun ia sabar membuktikan manfaatnya perlahan hingga terbukti efektif .
Ekspan dan Potensi Berkelanjutan
Kini FishGo telah digunakan tidak hanya di Bali, tetapi mulai merambah ke Sulawesi dan Jawa Barat. Pendekatan meskipun aplikasi ini awalnya dibangun sebagai alat bantu, tetapi sekarang mulai bertransformasi menjadi layanan yang sustainable dan mandiri secara finansial. Gym, siapa pelanggan utamanya, dan bagaimana benefit jangka panjangnya— semua dipertimbangkan agar aplikasi dapat terus berjalan dan semakin berkembang.
FishGo membantu meningkatkan pendapatan nelayan kecil sehingga mereka tidak lagi tergantung pinjaman modal setiap melaut. Hasil tangkapan stabil berarti mereka bisa menyekolahkan anak lebih baik, menyimpan simpanan, dan memperbaiki kualitas hidup keluarga mereka. Optimalisasi jumlah ikan dan efisiensi BBM meningkatkan produktivitas. Dengan tarif tangkapan lebih banyak, nelayan lebih mandiri, pemasukan meningkat, dan biaya operasional turun. Karena nelayan tidak harus berputar-putar secara acak mencari ikan, penggunaan bahan bakar bisa ditekan, dan tekanan berlebih pada area laut tertentu berkurang. Pendekatan penangkapan berdasarkan data dapat meminimalkan overfishing dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
I Gede Merta Yoga Pratama membuktikan bahwa inovasi teknologi bisa dimulai dari seorang individu peduli yang memahami konteks lokal. Meskipun Yoga sendiri tidak kuat secara fisik untuk lama-lama ikut melaut karena mabuk laut dia tetap berusaha menyisir data dan menjadikan aplikasi itu sebagai jembatan antara teknologi modern dan metode tradisional nelayan.
Keberhasilannya secara nyata dirasakan bukan hanya oleh dirinya, tetapi oleh komunitas nelayan. Tak jarang para nelayan menyebutnya sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan dan tradisi laut Bali. Saat orang lain meremehkan, Yoga berusaha membuktikan bahwa ide sederhana dengan ketekunan tinggi bisa menjadi rahasia perubahan besar FishGo adalah contoh bahwa teknologi tidak selalu identik dengan alat mahal dan mahal biaya.
Aplikasi sederhana dengan pemanfaatan data terbuka dan smartphone dapat menghasilkan efisiensi mengesankan bagi komunitas yang kritis terhadap biaya. Yoga tidak bekerja sendiri. Ia melibatkan nelayan sebagai pengguna awal, mendengar masukan mereka, belajar dari kegagalan, dan memperkuat titik keberhasilan. Sikap inklusif dan pendekatan human-centered membuat teknologi ini benar-benar diterima. Awalnya ditolak, dicemooh, dianggap anak bawang—namun dengan kesabaran, Yoga terus menyosialisasikan aplikasi dan membiarkan hasil bicara.
Keberhasilan kecil membawa kepercayaan lebih banyak lagi. Bukan hanya peluncuran inovasi, tapi Yoga menyadari FishGo harus punya model bisnis jangka panjang agar dapat terus berkembang. Identifikasi pelanggan, manfaat ekonomi, dan pendanaan menjadi perhatian serius untuk menjaga kelangsungan layanan.
I Gede Merta Yoga Pratama membuktikan bahwa teknologi dan data dapat menjembatani gap antara tradisi dan efisiensi, antara amatir dan profesional, antara keterbatasan dan kemajuan. Dari seorang anak muda yang dianggap tidak berpengalaman, lahirlah aplikasi FishGo yang mengubah cara nelayan menangkap ikan di Bali dan membuka peluang ekspansi ke wilayah lain di Indonesia.
Penghargaan SATU Indonesia Awards 2020 yang diterimanya dari Astra (Anugerah Pewarta Astra) bukan sekadar simbol, namun pengakuan atas sumbangsih nyata dalam menyentuh kehidupan masyarakat pesisir. Kisah Yoga adalah cermin peluang bagi kita semua, bahwa setiap keresahan sosial, bila ditanggapi dengan kreativitas dan ketekunan, dapat menjadi awal dari perubahan besar.
Mari jadikan kisah inspiratif ini sebagai cerminan bahwa kebaikan, inovasi, dan keberlanjutan bisa lahir dari siapa saja. Dari Bali untuk Indonesia, dari ide sederhana menjadi manfaat luas bagi banyak orang.

