Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menginstruksikan penggunaan teknologi modern dalam pembukaan lahan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mendorong praktik ekonomi yang lebih ramah lingkungan.
Teknologi Modern Sebagai Solusi Alternatif Pembukaan Lahan
Dalam rapat terbatas bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang digelar di kediaman pribadinya di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Kamis (31/7/2025), Presiden Prabowo menyampaikan arahan strategis kepada jajaran menteri dan pemangku kebijakan untuk segera menyediakan teknologi pembukaan lahan yang efisien dan tidak merusak lingkungan.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Budi Gunawan, arahan ini dikeluarkan karena banyak masyarakat masih menggunakan metode tradisional, seperti pembakaran lahan, yang berdampak buruk terhadap lingkungan. “Presiden berkomitmen menyediakan akses terhadap teknologi modern yang lebih efisien dan tidak merusak lingkungan,” ujar Budi Gunawan.
Strategi Implementasi Teknologi Ramah Lingkungan
Menindaklanjuti arahan Presiden, pemerintah akan meluncurkan program penyediaan alat berat dan teknologi modern yang memungkinkan pembukaan lahan tanpa pembakaran. Program ini juga mencakup pendampingan teknis oleh kementerian terkait, khususnya kepada para petani dan pelaku usaha kecil dan menengah.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan alternatif nyata yang berkelanjutan, terutama di wilayah-wilayah rawan karhutla seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Proyek percontohan akan dilaksanakan secara bertahap, disertai edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya metode pembukaan lahan yang ramah lingkungan.
Pencegahan Karhutla dan Komitmen Lingkungan Pemerintah
Rapat yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara tersebut juga membahas antisipasi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menekan potensi kebakaran, sekaligus menjaga ekosistem hutan Indonesia.
Selain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, rapat ini juga diikuti oleh para menteri terkait seperti Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Mereka mengikuti rapat secara langsung maupun melalui video telekonferensi.
Pembangunan Ekonomi Tidak Harus Merusak Lingkungan
Langkah ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo tentang Merdeka Ekonomi, yang menekankan pentingnya pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Teknologi tidak hanya menjadi pendorong efisiensi ekonomi, tetapi juga alat untuk menjaga lingkungan demi generasi mendatang.
Pemerintah menargetkan agar masyarakat, khususnya petani, tidak lagi bergantung pada metode pembakaran lahan untuk membuka area pertanian atau perkebunan. Dengan teknologi, produktivitas tetap bisa ditingkatkan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Sinergi Kebijakan untuk Indonesia Hijau
Instruksi Presiden ini menunjukkan sinergi antara pembangunan ekonomi dan konservasi lingkungan. Tidak hanya Kementerian Pertanian dan Kehutanan, tetapi juga Kementerian Investasi, Kementerian Pendidikan Tinggi, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan dilibatkan untuk mendukung penuh transformasi ini.
Melalui pendekatan multi-sektor, Indonesia diharapkan mampu menjadi negara maju yang mandiri secara ekonomi, sekaligus pemimpin dalam pembangunan hijau di kawasan Asia Tenggara.
Sumber : https://jatim.antaranews.com



